Bisnis tanaman hidroponik merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan dan menguntungkan. Mengapa demikian?
Pasalnya, saat ini banyak masyarakat menggalakkan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan hijau.
Sehingga tak heran, jika bisnis ini sangat populer dan banyak diminati oleh kalangan pengusaha.
Seiring berkurangnya lahan pertanian, banyak orang mulai mengubah metode bercocok tanam mereka ke sistem hidroponik.
Tidak akan ada yang mengira, bisnis budidaya tanaman hidroponik juga bisa menjadi ladang cuan jika Anda tekuni dengan baik.
Mau tahu rahasia bisnis budidaya tanaman hidroponik dengan potensi keuntungan puluhan juta rupiah per bulan?
Mari simak ulasannya pada artikel blogpengusaha berikut ini.
Apa Itu Hidroponik

Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman terutama sayuran dan buah-buahan yang memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya.
Untuk budidaya tanaman dengan sistem ini, Anda bisa menggunakan media tanam hidroponik seperti rockwool, arang sekam, cocopeat, batang pakis, kapas, spons, kerikil dan gabus (styrofoam).
Manfaat Tanaman Hidroponik
Manfaat tanaman hidroponik adalah sebagai salah satu upaya penghijauan di lingkungan sekitar rumah.
Selain untuk penghijauan, tanaman hidroponik juga berpotensi mendatangkan pundi pundi rupiah jika Anda menekuninya dengan baik.
Bahkan, keuntungan dalam menjalankan bisnis ini bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan.
Peluang bisnis tanaman hidroponik cukup besar mengingat saat ini banyak orang telah sadar akan gaya hidup sehat, khususnya di perkotaan.
Gaya hidup sehat tersebut dapat berawal dari menjaga kehijauan lingkungan rumah, termasuk memanfaatkan halaman maupun ruang terbuka lainnya sebagai area berkebun.
Selain untuk dikonsumsi sendiri, Anda juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual hasil panen tanaman hidroponik.
Aktivitas berkebun pun memiliki nilai positif sebagai kegiatan yang bisa Anda lakukan saat waktu luang.
Banyak pengusaha sukses di bidang ini yang berawal dari hobi mereka menanam dan merawat tanaman.
Siapa yang menyangka, jika hobi tersebut dapat membuatnya meraup keuntungan hingga melebihi penghasilan pekerjaan utamanya.
Cara Kerja Hidroponik
Di bawah ini adalah beberapa cara kerja hidroponik di dalam dunia pertanian.
Media Tanam Alternatif
Sistem hidroponik menggunakan larutan air yang mengandung unsur nutrisi khusus sebagai media tanamnya.
Media tanam alternatif ini dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara memadai tanpa unsur nutrisi yang biasanya terdapat dalam tanah.
Sistem Irigasi
Dalam sistem hidroponik, unsur nutrisi tanaman dilarutkan dalam air dan didistribusikan langsung ke akar tanaman melalui sistem irigasi.
Hal ini berbeda dengan sistem pertanian konvensional, di mana akar memperoleh nutrisi sendiri dari tanah sebagai media tanamnya.
Nutrisi yang Dikendalikan
Berbeda dengan media tanah, larutan air yang digunakan dalam sistem hidroponik telah disesuaikan sehingga memiliki komposisi kandungan nutrisi yang tepat.
Kandungan nutrisi tersebut mencakup unsur-unsur penting seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium, serta unsur mikro seperti besi, tembaga, dan seng.
Kombinasi nutrisi tersebut harus disesuaikan dengan jenis tanaman beserta tahap pertumbuhannya.
Kontrol Lingkungan
Kontrol lingkungan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam sistem hidroponik.
Seperti suhu, kelembaban udara, pH larutan nutrisi, dan tingkat pencahayaannya merupakan parameter yang harus diatur dengan cermat.
Umumnya, tanaman hidroponik sering kali ditempatkan dalam rumah kaca atau ruangan tertutup untuk membantu pertumbuhannya.
Pemantauan dan Perawatan Rutin
Dalam hal ini, petani perlu mengganti larutan nutrisi secara rutin, menjaga pH dalam kisaran yang sesuai, melakukan pengecekan terhadap hama dan penyakit, serta memastikan tanaman mendapat cahaya yang cukup.
Optimasi Pertumbuhan
Sistem hidroponik dapat membantu pertumbuhan tanaman lebih optimal dibandingkan dengan metode lainnya.
Dengan perawatan yang tepat dan cermat, sistem hidroponik dapat membantu menghasilkan panen yang lebih besar dan cepat.
Apa Itu Bisnis Tanaman Hidroponik
Bisnis tanaman hidroponik adalah bisnis tanaman sayuran atau buah-buahan yang umumnya dilakukan pada lahan sempit.
Berbeda dengan bisnis tanaman yang terdapat pada lahan konvensional, tanaman hidroponik menggunakan media tanam khusus agar dapat tumbuh dengan baik di lahan yang terbatas.
Cara Memulai Bisnis Tanaman Hidroponik

Memulai bisnis tanaman hidroponik merupakan langkah cerdas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Hidroponik atau dikenal sebagai metode pertanian tanpa tanah, menawarkan potensi besar untuk menghasilkan tanaman berkualitas tinggi dengan pengelolaan sumber daya yang lebih efisien.
Nah, jika Anda tertarik dengan peluang bisnis ini, simak cara memulai bisnis tanaman hidroponik di bawah ini.
Tentukan Jenis Tanamannya
Untuk memulai bisnis tanaman hidroponik, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menentukan jenis tanamannya.
Anda bisa menyesuaikannya dengan luas lahan yang Anda miliki dan kebutuhan pasar.
Pada umumnya, tanaman yang dibudidayakan adalah sayuran hijau seperti sawi, selada air, timun, paprika, tomat dan masih banyak lagi yang lainnya.
Selain itu, budidaya tanaman hidroponik tidak hanya berpaku pada sayuran saja, melainkan juga bisa buah, tanaman herba, hingga bunga sekalipun.
Siapkan Modal dan Rencana Bisnis
Pada tahap ini, tentu Anda harus meyiapkan anggaran biaya yang akan dikeluarkan dan rencana bisnis yang matang.
Faktor besar kecilnya anggaran akan sangat dipengaruhi oleh skala bisnis yang Anda bangun.
Contoh seperti pembangunan rumah kaca yang tentu berdampak pada tingginya suatu anggaran.
Walaupun sejatinya, dalam bisnis ini pembuatan rumah kaca bersifat opsional (tidak wajib).
Sedangkan anggaran kebutuhan pokok seperti pembelian bibit, pipa, media tanam, pupuk, dan lainnya akan menyesuaikan dengan luas lahan.
Adapun rencana bisnis yang harus Anda persiapkan adalah ketika tanaman menuai hasil panen.
Kemana Anda akan menjualnya? Apakah akan menjualnya ke seluruh platform media online?
Bekerjasama dengan beberapa rumah makan, restoran, atau supermarket?
Menjual sendiri dengan membuka ruko atau kios? Apapun rencana bisnis Anda, pastikan semua sudah terencana dengan baik.
Siapkan Lahan
Walaupun tidak membutuhkan banyak lahan, bisnis tanaman hidroponik tetap membutuhkan lahan.
Anda bisa memanfaatkan lahan kosong di rumah atau menyewanya untuk dijadikan tempat khusus budidaya tanaman ini.
Namun yang perlu Anda ketahui, menyewa lahan kosong artinya akan meningkatkan anggaran biaya yang Anda keluarkan.
Perdalam Ilmu Pertanian
Cara memulai bisnis tanaman hidroponik selanjutnya adalah dengan memperluas pengetahuan di bidang pertanian.
Sekalipun Anda hobi bercocok tanam, namun jika tidak memiliki pengetahuan tentang tanaman hidroponik, maka semua akan sia-sia.
Ada banyak literatur yang bisa Anda baca untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Selain itu, Anda juga bisa bertanya langsung kepada petani hidroponik lainnya.
Cari Bibit Terbaik
Kunci keberhasilan yang paling utama dari budidaya tanaman hidroponik adalah bibit yang berkualitas.
Tanpa bibit yang berkualitas, kecil kemungkinan hasil panen Anda akan berkualitas baik.
Jadi, pilihlah supplier bibit terbaik dan berkualitas tinggi untuk menjadi pemasok bisnis Anda.
Promosi
Tujuan promosi adalah untuk membangun rasa percaya dan membuat masyarakat atau target pelanggan Anda tahu keberadaan usaha tersebut.
Manfaatkan semua platform media, baik online maupun offline untuk mengembangkan bisnis Anda.
Analisa Bisnis Tanaman Hidroponik
Sebelum memulai bisnis ini, perlu Anda ketahui bahwa bisnis tanaman hidroponik tidak terlalu membutuhkan rumah kaca.
Misalnya, Anda ingin menanam sayuran pakcoy, maka membutuhkan lahan sekitar 150 m2.
Lahan tersebut Anda gunakan untuk penanaman, sedangkan lahan instalasi hidroponik memerlukan luas tanah sekitar 100 m2.
Dari luas lahan tersebut, total tanaman yang bisa Anda tanam mencapai 11.200 tanaman.
Dari menanam hingga menuai hasil panen sayuran pakcoy membutuhkan waktu 28 – 30 hari.
Jika dalam satu kilogram pakcoy yang berisi 16 buah sayuran memiliki kisaran harga Rp40.000, maka hasil akhir tinggal mengkali keduanya.
Belum lagi jika Anda menjualnya dalam kemasan 25 gram, tentu keuntungan yang Anda dapatkan akan lebih besar.






