Bisnis ternak ayam petelur usut punya usut ternyata sangat menggiurkan.
Bagaimana tidak? Ternyata bisnis ini bisa balik modal hanya dalam waktu 12 hingga 18 bulan saja.
Telur ayam merupakan kebutuhan pokok dan menjadi salah satu bahan makanan hewani yang sering dikonsumsi masyarakat sehari-hari.
Banyak yang menggunakan telur ayam sebagai lauk utama maupun dalam berbagai olahan makanan, seperti kue dan roti.
Selain itu, telur ayam juga merupakan sumber protein, vitamin, dan nutrisi lainnya yang sangat baik untuk tubuh.
Hal inilah yang menyebabkan permintaan telur ayam di pasaran selalu tinggi, terutama saat hari-hari besar keagamaan.
Melihat potensi tersebut, tak sedikit dari mereka mulai melirik dan menggelutinya sebagai instrumen bisnis jangka panjang yang menguntungkan.
Lalu, bagaimana cara memulainya? Mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Cara Memulai Bisnis Ternak Ayam Petelur

Saat memulai bisnis ternak ayam petelur, para pemula seringkali menghadapi kesulitan dan kebingungan darimana harus memulainya.
Sebelum masuk ke pokok pembahasan, perlu menjadi catatan, bahwa besar kecilnya modal usaha tergantung dari skala bisnis yang ingin Anda bangun.
Jadi, sesuaikan dengan kondisi finansial yang Anda miliki. Berikut informasi penting, langkah-langkah dan tips cara memulai bisnis ternak ayam petelur.
Membuat Perencanaan Bisnis
Perlunya melakukan perencanaan bisnis bertujuan untuk meminimalisir risiko atau hal-hal yang tidak Anda inginkan.
Anda bisa mencari berbagai informasi dan referensi dari berbagai sumber, mulai dari menentukan skala bisnis berdasarkan modal usaha hingga melakukan pemasaran yang efektif ketika panen tiba.
Dengan demikian, tentu akan memudahkan Anda dalam melakukan pemantauan dan pengembangan bisnis ternak ayam petelur kedepannya.
Menyiapkan Lokasi Kandang
Memilih lokasi kandang yang tepat menjadi pondasi utama yang tidak boleh terlewatkan dan harus sesuai perhitungan.
Ternak ayam sangat berisiko menimbulkan bau yang tidak sedap karena aromanya yang menyengat.
Selain itu, kotoran ayam juga memiliki risiko penularan penyakit terhadap manusia seperti flu burung.
Oleh sebab itu, untuk melakukan pencegahan sebaiknya memilih lokasi kandang yang jauh dari pemukiman warga.
Faktor lain juga memungkinkan terjadinya stres pada ayam petelur yang sensitif dengan suara bising jika dekat dengan keramaian.
Menentukan Jenis Kandang
Jika tahap pemilihan lokasi kandang sudah terpenuhi, maka tahap selanjutnya adalah menentukan jenis kandang ayam petelur.
Umumnya, ada 2 jenis kandang ayam petelur, yaitu umparan atau koloni dan baterai.
Berikut masing-masing penjelasan kedua jenis kandang tersebut.
Kandang Umparan atau Koloni

Jenis kandang ini memungkinkan para peternak untuk menempatkan semua ayam dalam satu kandang.
Model konstruksinya sederhana dan biasanya memiliki ukuran yang cukup besar.
Selain digunakan untuk kandang ternak ayam petelur, jenis kandang ini juga digunakan untuk ternak ayam pedaging.
Kandang Baterai

Sebenarnya, jenis kendang ini lebih cocok untuk ternak ayam petelur terutama jika Anda adalah seorang pemula.
Penggunaan jenis kandang baterai akan memudahkan peternak dalam pengumpulan telur ketika masa panen.
Namun, jika jumlah ayam terlalu banyak, jenis kandang ini kurang efisien dan biasanya menuntut lokasi yang lebih luas.
Memilih Bibit Berkualitas
Di Indonesia, terdapat 2 jenis bibit ayam petelur yang telah dibudidayakan, yaitu ayam petelur putih dan cokelat.
Umumnya, ayam petelur putih memiliki bulu berwarna putih dan telur berwarna putih kecoklatan. Saat dewasa, ayam petelur ini memiliki berat sekitar 1,7 kg.
Sedangkan, ayam petelur cokelat memiliki bulu dan telur berwarna cokelat dengan berat mencapai sekitar 2,1 kg saat dewasa.
Ciri-ciri bibit ayam petelur yang berkualitas adalah tidak ada kecacatan tubuh pada sang bibit.
Bulunya halus dan mengkilap menutup secara merata, nafsu makan yang tinggi, dan berat badannya normal.
Tak hanya itu, kondisi bibit juga harus lincah dan sehat. Pastikan membeli bibit dari indukan yang kualitasnya sudah terjamin melalui penjual yang terpercaya.
Memberikan Pakan Berkualitas
Untuk ayam petelur sendiri, mereka sudah bisa menghasilkan telur saat usia 5 bulan, jadi membutuhkan kesabaran dalam merawatnya.
Di Indonesia, pemberian pakan berkualitas dalam perawatannya merupakan kewajiban yang utama.
Hal ini akan sangat membantu pertumbuhan sang ayam dan mendongkrak hasil telurnya.
Dengan pemberian pakan yang teratur dan berkualitas, ayam akan sehat dan terhindar dari stres.
Seperti yang Anda ketahui, kondisi stres pada ayam petelur adalah masalah utama dalam menjalankan bisnis ini.
Salah satu contoh deretan pakan yang bisa Anda berikan kepada ayam adalah jagung bungkil kedelai atau dedak padi.
Anda juga bisa membeli pakan siap jadi dengan harga Rp12.000-Rp15.000 perkilonya untuk diberikan kepada ayam.
Semua bahan pakan sederhana tersebut, bisa Anda dapatkan dengan harga yang lebih murah melalui petani atau pasar tradisional.
Memberikan Vaksin dan Vitamin
Agar ayam semakin sehat dan banyak menghasilkan telur adalah dengan memberikan vaksin dan vitamin.
Anda bisa menggunakan vaksin gumboro yang harganya sekitar Rp50.000 per 500 gramnya.
Pemberian vaksin juga tak kalah penting mengingat ayam petelur merupakan unggas yang rentan terhadap penyakit dan stres.
Jika memiliki modal lebih, alangkah baiknya pemberian vitamin bisa berjalan agar mendapatkan hasil panen yang maksimal.
Walaupun perihal tersebut tidak wajib atau bersifat opsional.
Memperhatikan Proses Panen
Tips bisnis ternak ayam petelur selanjutnya adalah memperhatikan proses panen.
Untuk mencegah telur rusak, pecah, atau terkena kotoran, pemanenan sebaiknya Anda lakukan sebanyak dua kali.
Teknik pemanenan terbagi menjadi dua cara, yaitu otomatis dan manual.
Namun, biasanya peternak Indonesia menggunakan cara manual sehingga harus sangat berhati-hati dalam pengumpulan telur, karena khawatir telurnya akan pecah.
Jika retak sedikit saja, maka nilai jualnya bisa anjlok. Lakukan pemanenan dengan tenang untuk menghindari ayam stres.
Penyeleksian telur sebaiknya tetap dilakukan melalui proses quality control agar penjualan bisa lebih maksimal.
Berikut tips untuk melakukan seleksi telur ketika pascapanen:
- Telur yang berkualitas biasanya berbentuk oval, tidak lonjong atau gepeng.
- Telur yang kualitasnya kurang baik cenderung berukuran sangat kecil.
- Telur yang berkualitas kulitnya tipis.
- Telur dengan kualitas kurang baik akan mengambang di atas air, itu menandakan isi telur sudah busuk.
- Telur yang berkualitas akan tenggelam di dalam air.
Menjalin Kerjasama atau Mitra Usaha
Tips terakhir yang tidak kalah penting adalah melakukan kerjasama atau bermitra usaha untuk menjual hasil panen telur yang Anda miliki.
Misalnya, Anda bisa menjual telur ke rumah-rumah penduduk di sekitar Anda, tengkulak, toko kelontong, tempat usaha makanan, distributor, agen, dan lain sebagainya.
Kelebihan Bisnis Ternak Ayam Petelur

Berbicara mengenai bisnis apapun pasti ada kelebihan dan kekurangan, termasuk bisnis ternak ayam petelur.
Dengan menambah pengetahuan dan wawasan serta persiapan yang matang, tentu akan menambah pengalaman yang berarti.
Agar bisnis yang kita jalankan, sesuai dengan harapan dan sukses berkembang di masa depan.
Berikut kelebihan bisnis ternak ayam petelur yang perlu Anda ketahui.
Permintaan Tinggi
Angka permintaan masyarakat Indonesia terhadap telur sangatlah tinggi, baik di desa maupun kota.
Telur telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia yang tidak dapat ditinggalkan, dan termasuk ke dalam sembilan bahan pokok.
Pangsa Pasar Luas
Tidak hanya terbatas dari permintaan rumah tangga, pangsa pasar telur sangatlah luas.
Mulai dari industri makanan skala besar, skala menengah, hingga skala kecil sekali pun juga membutuhkan telur sebagai salah satu bahan baku industri yang mereka jalankan.
Kotoran Bernilai Ekonomis
Kotoran yang dihasilkan ayam petelur dapat mengandung nilai ekonomis, karena dapat dijadikan pupuk tanaman.
Tidak sedikit juga dari mereka yang mengumpulkan kotoran ayam tersebut, untuk kemudian dijual kepada petani-petani yang membutuhkan pupuk organik.
Periode Bertelur Panjang
Periode bertelur untuk ayam petelur membutuhkan waktu kurang lebih 13-14 bulan, yaitu sampai usia ayam mencapai kurang lebih 20 bulan.
Ayam jenis ini, mengalami masa satu periode bertelur dalam waktu yang sangat panjang dan produktif.
Hal ini tentu akan jauh lebih menguntungkan karena tidak ada proses mengeram pada ayam petelur.
Produksi Tinggi
Selain periode bertelur yang panjang, jumlah telur yang dihasilkan juga tinggi.
Ayam bisa menghasilkan telur sekitar 250-280 butir per tahun dengan bobot sekitar 50-60 gram per butir.
Kekurangan Bisnis Ternak Ayam Petelur
Para peternak ayam petelur harus memperhatikan hal-hal yang menjadi kerugian dari bisnis ternak ayam petelur, baik yang sedang atau akan menjalankan bisnis ini.
Berikut kekurangan bisnis ternak ayam petelur, antara lain:
Rentan Terhadap Penyakit
Kekebalan tubuh pada ayam petelur tergolong rendah, sehingga rentan terhadap stres dan penyakit.
Kondisi stres atau terserang penyakit akan memiliki dampak bagi ayam petelur yang tiba-tiba berhenti menghasilkan telur, atau bahkan mengakibatkan kematian.
Tentu saja untuk menghindari kerugian ini harus melakukan pengecekan secara rutin.
Pakan dan Obat-Obatan Mahal
Agar selalu produktif menghasilkan telur, ayam petelur harus benar-benar diperhatikan kesehatannya dengan cara memberikan pakan yang berkualitas.
Harga pakan yang mahal, harus memaksa para peternak memutar otak mencari solusi, bagaimana mendapatkan pakan berkualitas namun harga tetap murah.
Hal tersebut bertujuan untuk menekan biaya produksi atau biaya pemeliharaan serendah mungkin.
Demikian halnya jika ayam petelur terserang penyakit. Harga obat-obatan untuk proses penyembuhan ayam petelur juga tidak bisa dikatakan murah.
Mahalnya harga obat-obatan ini akan membebani biaya operasional bisnis ternak ayam petelur.
Limbah Berbau Tidak Sedap
Bisnis ternak ayam petelur menghasilkan limbah berupa kotoran yang berbau kurang sedap.
Bahkan limbah ini sering menimbulkan masalah bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kandang ayam, karena aromanya yang sangat menyengat.
Sehingga, tidak jarang menimbulkan perselisihan dengan masyarakat sekitar yang tidak menerima keadaan lingkungannya menjadi bau.
Harga Telur dan Pakan Fluktuatif
Bisnis ternak ayam petelur memang mendatangkan pendapatan, karena permintaan akan telur yang tinggi dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Akan tetapi, harga telur cenderung tidak stabil dari waktu ke waktu. Ketika permintaan telur sedang rendah, harga telur pun ikut turun drastis.
Hal ini tentu saja memberikan dampak kerugian bagi para peternak ayam petelur, terutama kalangan skala kecil dan menengah.
Selain itu, harga pakan ayam petelur juga cenderung fluktuatif saat waktu-waktu tertentu.
Misalnya pada saat musim kemarau, biasanya terjadi krisis pakan yang mengakibatkan harga pakan melambung tinggi.
Melonjaknya harga pakan ayam jika tidak diwaspadai dapat menyebabkan kerugian dalam bisnis ternak ayam petelur.
Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mencoba ide peluang usaha ini? Semoga pembahasan artikel kali ini bisa bermanfaat untuk para pembaca.






